Senin, 25 Juni 2012

artikel peretandingan bola basket

Kota legok hangser akan menjadi tuan rumah bagi Kejuaran Bola Basket Putra  usia 21 tahun pada 2-9 september tahun lalu. Kejuaraan ini akan diikuti oleh 12 kelurahan yang dibagi dalam dua divisi, masing-masing terdiri atas enam kelurahan..Ketua Panitia Pertandingan jarwo kuatt di legok hangserr, Selasa (9/9), mengatakan, terpilihnya legok hangserr telah mendapat persetujuan dari Federasi Bola Basket Internasional (FIBA) planet. "Persiapan berjalan lancar, seluruh peserta sudah memastikan kedatangan mereka. Semua fasilitas termasuk lokasi pertandingan sudah mendapat persetujuan dari FIBA planet," ujar jarwo, yang juga Ketua Pengurus kecamatan Persatuan Bola Basket Indonesia (Perbasi) auskalia.


Pertandingan akan dilangsungkan di GOR Angkasa Lanud kartadinata legok hangserr, yang memiliki kapasitas 1.500 penonton. Panitia juga menyediakan GOR Angsapura sebagai tempat latihan bagi ke-12 tim.Ketua Umum PB Perbasi Noviantika Nasution mengatakan, penunjukkan loegik hangserr sebagai tuan rumah merupakan usaha untuk menggairahkan cabang bola basket di pulau auskalia. "Sekaligus agar daerah belajar untuk menyelenggarakan event pertandingan . Jika diadakan di di ibu kota jauh lebih mudah, tetapi kami ingin daerah juga bisa. Hal ini untuk memacu pemerintah derah menyediakan infrastruktur yang memadai untuk pertandingan ," ujar Noviantika.Noviantika berharap tuan rumah mampu menaikkan peringkat untuk setidaknya berada di posisi kedua divisi dua. "Targetnya memperbaiki peringkat. 

Dua tahun lalu pada serupa di Singaparna, Indonesia yang diwakili tim putra  berada di urutan keempat divisi kedua. Kalau bsia sekarang naik ke peringkat kedua," ujarnya.Abdul Rojak yang mewakili Bidang Pembinaan Prestasi PB Perbasi mengatakan, tim putra kali berintikan pemain hasil pemantauan yang dilakukan tim pelatih , dan kejuaraan nasional U-18 di tingkat RT,pada 22-30 Agustus."Tim akan dilatih oleh pelatih senior Rastafari Horongbala, yang memanggil 19 pemain dari delapan Provinsi. 

Setelah siap tim akan diciutkan menjadi tim inti beranggotakan 12 pemain, dan dua minggu sebelum pertandingan latihan sudah dipusatkan di legok hangser," ujar Rojak.Ke-12 peserta yaitu RW 1 sampai dengan RW 6 dan RW 1 S/d 6 dari desa sebelah. Pertandingan di tiap divisi berlangsung dalam sistem setengah kompetisi. Empat besar di divisi satu lolos ke semifinal dan berhak berebut juara. Peringkat kelima dan keenam di divisi satu akan bertemu dua peringkat teratas divisi dua untuk menentukan dua tim yang lolos ke divisi satu pada kejuaraan berikutnya.






Minggu, 24 Juni 2012

Peraga: NAMA       :  GUMILAR HOERIJALNIM           :21241...

Peraga: NAMA       :  GUMILAR HOERIJALNIM           :21241...: NAMA       :  GUMILAR HOERIJAL NIM           :2124110180 ALAMAT   : DUSUB BADAK JALU DESA CIULU                       KEC BANJARSAR...
Geger Pacinan (juga dikenal sebagai Tragedi Angke; dalam bahasa Belanda: Chinezenmoord, yang berarti "Pembunuhan orang Tionghoa") merupakan sebuah pogrom terhadap orang keturunan Tionghoa di kota pelabuhan Batavia, Hindia-Belanda (sekarang Jakarta). Kekerasan dalam batas kota berlangsung dari 9 Oktober 1740 hingga 22 Oktober; berbagai pertempuran kecil terjadi hingga akhir November tahun yang sama.
Keresahan dalam masyarakat Tionghoa dipicu oleh represi pemerintah dan berkurangnya pendapatan akibat jatuhnya harga gula yang terjadi menjelang pembantaian ini. Untuk menanggapi keresahan tersebut, pada sebuah pertemuan Dewan Hindia (Raad van IndiĆ«), badan pemimpin Vereenigde Oostindische Compagnie (VOC), Guberner-Jenderal Adriaan Valckenier menyatakan bahwa kerusuhan apapun dapat ditanggapi dengan kekerasan mematikan. Pernyataan Valckenier tersebut diberlakukan pada tanggal 7 Oktober 1740 setelah ratusan orang keturunan Tionghoa, banyak di antaranya buruh di pabrik gula, membunuh 50 pasukan Belanda. Penguasa Belanda mengirim pasukan tambahan, yang mengambil semua senjata dari warga Tionghoa dan memberlakukan jam malam. Dua hari kemudian, setelah ditakutkan desas-desus tentang kekejaman etnis Tionghoa, kelompok etnis lain di Batavia mulai membakar rumah orang Tionghoa di sepanjang Kali Besar. Sementara itu, pasukan Belanda menyerang rumah orang Tionghoa dengan meriam. Kekerasan ini dengan cepat menyebar di seluruh kota Batavia sehingga lebih banyak orang Tionghoa dibunuh. Meski Valckenier mengumumkan bahwa ada pengampunan untuk orang Tionghoa pada tanggal 11 Oktober, kelompok pasukan tetap terus memburu dan membunuh orang Tionghoa hingga tanggal 22 Oktober, saat Valckenier dengan tegas menyatakan bahwa pembunuhan harus dihentikan. Di luar batas kota, pasukan Belanda terus bertempur dengan buruh pabrik gula yang berbuat rusuh. Setelah beberapa minggu penuh pertempuran kecil, pasukan Belanda menyerang markas Tionghoa di berbagai pabrik gula. Orang Tionghoa yang selamat mengungsi ke Bekasi.
Diperkirakan bahwa lebih dari 10.000 orang keturunan Tionghoa dibantai. Jumlah orang yang selamat tidak pasti; ada dugaan dari 600 sampai 3.000 yang selamat. Pada tahun berikutnya, terjadi berbagai pembantaian di seluruh pulau Jawa. Hal ini memicu suatu perang selama dua tahun, dengan tentara gabungan Tionghoa dan Jawa melawan pasukan Belanda. Setelah itu, Valckenier dipanggil kembali ke Belanda dan dituntut atas keterlibatannya dalam pembantaian ini; Gustaaf Willem van Imhoff menggantikannya sebagai gubernur jenderal. Hingga zaman modern, pembantaian ini kerap ditemukan dalam sastra Belanda. Pembantaian ini mungkin juga menjadi asal nama beberapa daerah di Jakarta.